Pengalaman Pinjam Uang Di Koperasi Simpan Pinjam

Pengalaman Koperasi Simpan Pinjam

Mudah Pinjamnya, Sulit Bayarnya


Menjelang akhir pekan, Tips Perencana Keuangan Keluarga - Ayo Mapan akan membahas mengenai pinjaman uang di koperasi simpan pinjam. Bahasan kali ini berdasarkan kisah nyata atau pengalaman yang penulis alami sendiri sekitar 1 tahun yang lalu.

Baca Juga: Proses Mengajukan Pinjaman Di Koperasi Simpan Pinjam

Saat itu ceritanya penulis sedang kepepet butuh uang. Penulis mencoba menghubungi salah satu teman dengan maksud untuk meminjam uang. Namun sayang, teman juga lagi kosong alias tak punya uang. Singkat cerita, teman penulis pun mereferensikan temannya yang bernama 'W' kepada penulis.

Si 'W' bekerja sebagai pencari nasabah salah satu koperasi simpan pinjam di kota tempat tinggal penulis. Tugasnya adalah mencari nasabah yang ingin meminjam uang di koperasi tempatnya bekerja. Karena saat itu penulis sedang kepepet, maka penulis segera menghubungi 'W'.

Lalu keesokan harinya penulis dan 'W' bertemu di lokasi yang telah disepakati bersama. Penulis mengutarakan keinginan untuk meminjam uang dan si W membalasnya dengan memberikan pinjaman uang yang diminta penulis.

Pedoman WAJIB Agar Hutang Lunas Hingga Tuntas
Cara Mudah Meningkatkan Penghasilan Dalam Sekejap

Prosesnya berlangsung sangat cepat. Tanpa survei, tanpa jaminan, dsb. Penulis hanya menyerahkan fotokopi KTP dan menandatangani kartu angsuran, uang pinjaman dari koperasi pun langsung diberikan. Saat itu penulis mendapat pinjaman Rp 1 juta. Karena memang maksimal untuk pinjaman pertama adalah Rp 1 juta, tidak bisa lebih.

Ya, seperti itulah pengalaman penulis dalam meminjam uang di koperasi simpan pinjam. Memang mudah dan cepat sekali. Tapi anda jangan keburu juga ingin segera meminjam uang di koperasi simpan pinjam. Kenapa? Sebab di balik kemudahan tersebut, ada satu hal yang membuat penulis kapok. Yaitu bunga yang mencekik.
Saat itu penulis memperoleh pinjaman Rp 1 juta. Namun penulis hanya menerima uang sebesar Rp 900 ribu. Karena yang Rp 100 ribu harus disetorkan untuk tabungan dan bisa diambil setelah pinjaman lunas.

Yang paling bikin kapok adalah saat membayar cicilannya. Bayangkan saja, untuk pinjaman Rp 1 juta itu nasabah diwajibkan mengembalikannya dalam waktu 9 minggu dengan cicilan sebesar Rp 150 ribu per minggu.
Jika ditotal, maka penulis harus mengeluarkan uang sebesar Rp 1,35jt untuk melunasi pinjaman tersebut. Hanya 9 minggu, namun bunganya sudah Rp 350 ribu. Jika dihitung-hitung, nasabah dibebani bunga sekitar 4% per minggunya! Mengerikan bukan?

Alhamdulillah, penulis bisa melunasi pinjaman tersebut tepat waktu. Setelah lunas, si W pun menawarkan pinjaman lagi dengan nominal yang lebih besar. Namun tanpa pikir panjang langsung penulis tolak. Karena saat itu penulis sedang fokus agar terbebas dari segala jenis hutang.

Berkat kerja keras, fokus, dan ibadah, Alhamdulillah saat ini penulis telah terbebas dari segala jenis hutang. Bagi anda yang saat ini masih terjebak dalam jurang gali lubang tutup lubang, jangan menyerah! Perlu anda ketahui, meminjam uang untuk membayar hutang yang lain itu tidak akan menyelesaikan masalah. Apalagi pinjamnya di tempat yang mematok bunga selangit. Justru keuangan anda akan semakin terpuruk karena digerogoti bunga-bunga yang kian membengkak.

Jika anda juga ingin terbebas dari hutang, silakan baca solusinya di: Cara Cepat Melunasi Hutang. Salam mapan - demi masa depan keuangan yang lebih baik! (ctr)

BACA JUGA
Tips Jadi Pengangguran Yang SUKSES!
Pengalaman Pinjam Uang Di BPR