Pengalaman Pinjam Uang Di BPR

Pinjaman BPR

Proses Mudah, Bunga Ringan

Pada artikel kali ini, Ayo Mapan - Tips Perencana Keuangan Keluarga ingin menceritakan pengalaman saat meminjam uang di BPR. Peristiwa ini terjadi menjelang kelahiran anak pertama penulis.


Ceritanya, saat itu penulis bermaksud menyiapkan dana untuk biaya persalinan. Karena saat itu penulis masih terbelenggu dengan hutang-hutang, otomatis penulis tidak punya tabungan. Jangankan menabung, buat bayar hutang dan buat makan saja kurang! Hehe.


Tapi itu dulu, yaitu saat penulis masih belum menerapkan cara cepat melunasi hutang seperti yang sudah penulis tulis di blog ini. Bagi yang belum membaca tentang cara gila penulis dalam melunasi hutang, silakan baca di sini.

Kembali ke topik. Mendekati hari H kelahiran, penulis mengajukan pinjaman ke salah satu BPR ternama di kota penulis. Bermodalkan jaminan BPKB motor satu-satunya, penulis memberanikan diri menambah hutang untuk biaya persalinan istri. Alhasil, hutang pun menumpuk setinggi langit.

Penulis datang ke kantor BPR tersebut mengendarai motor, ditemani sang istri tercinta yang saat itu sedang hamil tua. Niatnya sih tanya-tanya dulu, survei ke beberapa BPR. Namun begitu penulis masuk ke kantor BPR tersebut, penulis melihat ada x-banner promo bunga super ringan. Akhirnya penulis pun membatalkan niat untuk survei.
Penulis langsung menuju ke meja customer service yang saat itu memang sedang sepi, tak ada antrian sama sekali. "Mbak, ini bener bunganya cuma 0,9%?", tanya penulis yang sesaat kemudian langsung di-iya-kan oleh si customer service.

Singkat cerita penulis memutuskan untuk mengajukan pinjaman di BPR tersebut. Si mbak customer service BPR itu pun menyampaikan bahwa dengan jaminan yang penulis punya (BPKB motor), pinjaman yang dapat disetujui maksimal adalah Rp 7 juta. Penulis setuju dan berpikir bahwa memang tujuannya adalah hanya untuk biaya persalinan. Lagian bunganya juga ringan.

Penulis pulang sebentar untuk mengambil beberapa berkas yang diperlukan seperti BPKB, KK, dan bukti resi pembelian pulsa PLN. Lalu penulis kembali lagi ke kantor BPR tersebut namun kali ini tanpa didampingi istri.

Usai memberikan semua berkasnya, si mbak customer service lantas memfotokopinya menjadi 2 rangkap. Lalu penulis diminta untuk mengisi formulir pengajuan pinjaman. Terakhir penulis diminta menunggu 2 - 3 hari kerja untuk dilakukan proses survei.

3 hari berselang, penulis mendapat SMS bahwa pengajuan pinjaman uang telah disetujui oleh BPR tersebut. Pinjaman yang disetujui adalah Rp 7 juta dengan angsuran sebesar Rp 600 ribuan x 12 bulan.

Penulis segera datang ke kantor BPR untuk melakukan pencairan. Sebelum pencairan, motor penulis dicek terlebih dahulu oleh petugas BPR guna memastikan kesesuaian dengan BPKB yang dijadikan jaminan.

Semua sudah beres, pinjaman pun cair. Jujur saat itu penulis merasa agak tenang karena sudah ada biaya untuk kelahiran sang buah hati.

Hari H kelahiran pun tiba. Istri penulis melahirkan seorang putri kecil yang sangat cantik. Betapa bahagianya penulis saat itu. Sungguh sesuatu yang tak bisa tergantikan oleh apapun melihat anak pertama lahir dengan sehat, istri juga sehat.

Melalui tulisan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada BPR tersebut karena telah memberikan pinjaman dana dengan bunga yang cukup ringan sehingga akhirnya penulis bisa melunasinya tepat waktu. Satu pesan saya kepada para pembaca sekalian, berhati-hatilah dalam berhutang. Lebih baik jangan berhutang. Silakan baca beberapa artikel di bawah ini agar anda paham dengan apa yang saya maksud. Salam Mapan - Demi masa depan keuangan yang lebih baik! (ctr)

BACA