Yakin Mau Jadi Pengusaha? Baca Ini!

Karyawan Dan Pengusaha

Semua Susah & Butuh Perjuangan

Sebelumnya Ayo Mapan - Tips Perencana Keuangan Keluarga ingin mengucapkan selamat berakhir pekan kepada pembaca sekalian. Bagaimana kabar anda hari ini? Apakah masih berkutat dengan hutang? Jika iya, silakan baca Cara Cepat Melunasi Hutang.


Banyak orang berpikir bahwa hidup mereka susah, banyak hutang, atau tidak bisa hidup enak karena status mereka sebagai karyawan. Apakah anda salah satunya? Jika iya, maka saya akan berkata satu hal kepada anda: "bersyukurlah".

Apa yang salah dari status karyawan? Tidak ada! Mengapa anda berpikir jadi karyawan itu tidak bisa hidup enak? Jadi karyawan itu juga bisa hidup enak kok. Siapa bilang jadi pengusaha itu enak?

Pernah ada seorang teman saya berkata, " enak ya jadi pengusaha. Bisa punya mobil, rumah mewah, mau beli apapun bisa." Mungkin anda juga beranggapan demikian. Nah pertanyaan saya, kenapa anda lihat dari sisi enaknya saja?

Kalau cuma dari sisi enaknya saja, para pengusaha pun juga bisa beranggapan bahwa jadi karyawan itu enak. Cuma tinggal kerja, dapat gaji bulanan. Nggak mikirin hutang perusahaan, nggak mikirin aset perusahaan. Karyawan juga punya lebih banyak waktu luang dibanding pengusaha, dan lain sebagainya.

Saya mengibaratkan pengusaha itu seperti artis / selebritis. Banyak orang memujanya, ingin menjadi sepertinya, namun tak ada yang berpikir betapa susahnya jadi mereka. Karena pada dasarnya, jadi karyawan maupun pengusaha itu sama-sama susah. Hidup ini adalah perjuangan.

Pengusaha bisa punya mobil mewah, sedangkan karyawan cuma punya motor. Atau mentog cuma mobil LCGC yang sedang marak di pasaran. Pengusaha bisa makan enak, sedangkan karyawan cuma bisa makan seadanya. Pengusaha bisa liburan ke luar negeri sedangkan karyawan cuma bisa ke Bali. Dan lain sebagainya.

Saran saya, hilangkan semua pikiran itu dan bersyukurlah! Cuma punya motor, ya bersyukur. Pajaknya cuma ratusan ribu per tahun. Lha kalau mobil berapa?

Anda cuma bisa makan seadanya dan tidak / belum bisa liburan ke luar negri, ya tetap harus bersyukur! Setidaknya anda tidak punya hutang milyaran atau bahkan triliunan Rupiah seperti para pengusaha. Setidaknya anda tidak memikirkan darimana uang untuk menggaji puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan karyawan setiap bulannya. Dan lain-lain.

Saya tidak melarang anda untuk terjun ke dunia bisnis atau menjadi pengusaha. Sama sekali tidak. Saya hanya ingin anda mengubah anggapan anda. Jangan anggap jadi pengusaha itu enak / gampang. Semua butuh perjuangan dan semua mendapat tekanan yang keras. Karenanya, sangat penting bagi kita untuk bersyukur. Jadi pengusaha atau karyawan, sama saja enaknya kalau kita bisa bersyukur. Tapi jangan lupa, kerja keras, fokus, dan ibadah itu yang utama.

Dengan bersyukur, kita dapat menikmati hidup. Saya pun juga seorang karyawan. Dan saya pun juga punya keinginan untuk menjadi pengusaha. Kalau saya mau, saya bisa meninggalkan status karyawan saya dan beralih menjadi pengusaha sekarang juga. Namun saya sadar, jadi pengusaha juga sama beratnya seperti karyawan. Tak ada bedanya. Karenanya saya benar-benar mempersiapkan diri sebelum benar-benar terjun ke bisnis.

Mempersiapkan modal, mengasah naluri bisnis, memperbanyak relasi, menjadi expert / ahli di bidang bisnis yang akan saya tekuni, dsb. Semua itu bisa saya dapatkan dengan status saya sebagai karyawan saat ini. Saya akan memaksimalkan semua "bekal" sebelum terjun ke dunia bisnis. Salam mapan, demi masa depan keuangan yang lebih baik. (ctr)